30 Januari 2010

Ingin Kubunuh Rasamu Itu

catatan hari ini:

Rasaku terusik lagi, cintaku bangun kembali
Aku berdiri di dua sisi jiwaku
Setelah lelah hatiku mencumbumu
Selepas penat jiwaku meraihmu
Aku terpaku..
Kecewa namun inginku lepaskanmu


Ragaku telah berputar
menjauhi jalan yang maya lurus itu
Hatiku tertunduk namun coba kepalaku tegak
Namun tak setegak jiwaku yang merasa rapuh
Titik – titik air mata kuubah permata
ceruk – ceruk hati kutambal kembali
Namun…
cintaku menahanku
Egoku merengek tak mau kembali


Kuputar kembali kepalaku
(ya hanya kepalaku)
Kulihat disana kau tersiksa
Kau pasrah diam dalam lecutan cambuk bajingan
Seorang lain yang tak ku tahu
Bukan… bukan dia yang dulu
Kemanakah dirinya meninggalkanmu?


Kau bodoh mengucap kalimat sakti itu
Meski bajingan itu tak terpengaruh mantramu
(tapi kita sepakat tidak yakin tentang itu)
Bibirmu masih saja menari – nari coba telanjangi
Mata merahmu memancarkan api cemburu
Disini akupun merah bercampur darah

Kataku ingin kubunuh rasamu
dan aku kan bunuh rasa diriku
Balikpapan, akhir Januari ‘10


0 penggosip:

Poskan Komentar